lbhmawarsaron.or.id

E-mail Print PDF

Materi Seminar di Sekolah-Sekolah :

Materi yang disampaikan dalam acara seminar di sekolah-sekolah adalah materi tentang Problematika Pendidikan yakni kekerasan dalam sekolah. Materi yang disampaikan berupa :

PENGERTIAN BULLYING
Ada banyak pengertian bullying namun, untuk mempersempit makna bullying yang terjadi di lingkungan sekolah (school bullying) adalah perilaku agresif yang dilakukan berulang-ulang oleh seorang/sekelompok siswa yang memiliki kekuasaan, terhadap siswa/siswi lain yang lebih lemah, dengan tujuan menyakiti orang tersebut.

KATEGORI BULLYING
Adapun bentuk-bentuk bullying dapat dikategorikan menjadi 5 kelompok :

  • Kontak fisik langsung (memukul, mendorong, menggigit, menjambak, menendang, mengunci seseorang dalam ruangan, mencubit, mencakar, juga termasuk memeras dan merusak barang-barang yang dimiliki orang lain).
  • Kontak verbal langsung (mengancam, mempermalukan, merendahkan, mengganggu, memberi panggilan nama (name-calling), sarkasme, merendahkan (put-downs), mencela/mengejek, mengintimidasi, memaki, menyebarkan gosip).
  • Perilaku non-verbal langsung (melihat dengan sinis, menjulurkan lidah, menampilkan ekspresi muka yang merendahkan, mengejek, atau mengancam; biasanya disertai oleh bullying fisik atau verbal).
  • Perilaku non-verbal tidak langsung (mendiamkan seseorang, memanipulasi persahabatan sehingga menjadi retak, sengaja mengucilkan atau mengabaikan, mengirimkan surat kaleng).
  • Pelecehan seksual (kadang dikategorikan perilaku agresi fisik atau verbal).


d.  FAKTOR PENYEBAB BULLYING
Sebagian besar korban bullying  enggan menceritakan pengalaman mereka kepada pihak-pihak yang mempunyai kekuatan untuk mengubah cara berpikir mereka dan menghentikan siklus ini, yaitu pihak sekolah dan orangtua. Korban cenderung merahasiakan bullying yang mereka alami karena takut pelaku akan semakin mengintensifkan bullying  kepada mereka. Sehingga akibatnya, korban menganggap bullying merupakan hal yang biasa. Sebagian pelaku bullying awalnya juga merupakan korban itu sendiri  sehingga baik pelaku dan korban bullying memiliki cara pandang yang berbeda.
Presepsi pelaku melakukan bullying karena :

  • Tradisi
  • Balas dendam karena dia dulu diperlakukan sama (menurut korban laki-laki)
  • Ingin menunjukkan kekuasaan
  • Marah karena korban tidak berperilaku sesuai dengan yang diharapkan
  • Mendapatkan kepuasan (menurut korban perempuan)
  • Iri hati (menurut korban perempuan)
  • Korban juga mempersepsikan dirinya sendiri menjadi korban bullying karena :
  • Penampilan menyolok
  • Tidak berperilaku dengan sesuai
  • Perilaku dianggap tidak sopan
  • Tradisi

e. DAMPAK YANG DITIMBULKAN OLEH BULLYING
bullying kontak fisik langsung dapat berakibat pada kesehatan fisik seperti sakit kepala, luka-luka bahkan yang paling ekstrim berakibat kematian. Ketika mengalami bullying, korban merasakan banyak emosi negatif (marah, dendam, kesal, tertekan, takut, malu, sedih, tidak nyaman, terancam) namun tidak berdaya menghadapinya. Dalam jangka panjang emosi-emosi ini dapat berujung pada munculnya perasaan rendah diri bahwa dirinya tidak berharga. Efek jangka panjang yang diakibatkan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter  Visitor